daengazzli.com

Ini ulasan Slavoj Zizek dalam sebuah artikel lama mengenai mengapa Cina berhasil menunggangi kapitalisme untuk kemakmuran dan mengapa kapitalisme bisa dijinakkan oleh kepemimpinan partai Komunis

Ini ulasan Slavoj Zizek dalam sebuah artikel lama mengenai mengapa Cina berhasil menunggangi kapitalisme untuk kemakmuran, dan mengapa kapitalisme bisa dijinakkan oleh kepemimpinan partai Komunis.
Di mata Zizek, Cina meracik sebuah rumusan paradoks yang pragmatis tapi sepenuhnya bisa dimengerti. (1) tanpa kekuasaan partai yang berfungsi sebagai stabilisator, pembangunan kapitalis akan meledak menjadi kekacauan pemberontakan dan perlawanan; (2) pertarungan faksional antar-agama akan mengganggu stabilitas sosial; dan (3) individualisme hedonis yang tak terkendali akan mengeroposkan harmoni sosial.
Di balik langkah pragmatis Komunisme Cina, sebenarnya ada tiga ketakutan terhadap penyebaran nilai-nilai universal Barat: kebebasan, HAM, demokrasi, dan individualisme hedonis. Terhadap psikhe takut-Barat ini mereka meyakini bahwa: pertama, sebuah partai tunggal yang kuat bisa menjamin suksesnya kapitalisme; kedua, partai Komunis yang mempertahankan atheisme justru akan menjamin kebebasan beragama secara otentik; dan ketiga partai akan menjamin berkembangnya masyarakat Cina yang taat pada nilai-nilai konservatif Konfusianisme.
Kita tak tahu, apakah persis pada penghindaran pragmatisme seperti itu Indonesia berkubang dalam masalah-masalah yang ditakuti Cina: (1) partai-partai menjadi sumber destabilitas ekonomi dan politik; (2) kebebasan beragama membuat anasir-anasir reaksioner konservatif menjadi dominan sehingga menciptakan diskriminasi; (3) liberalisme individual yang merajalela menciptakan kesenjangan ekonomi dan ketegangan sosial.
19/07/2020
2 Komen:
Willy Purna Samadhi
19-07-2020, 02:10:15
Tiga yg disebutkan pertama itu rasanya kok pernah kita alami, ya?
AE Priyono
19-07-2020, 02:10:15
sedangkan tiga yang terakhir sedang mual-mualnya kita rasakan ...

Tinggalkan Balasan

Tên của bạn *
Email *
Cảm nhận *