daengazzli.com

Arkib 06/2020

Posting ini telah diperbaiki Meski Walikota Bandung Ridwan Kamil turun tangan ibadah teman teman Nasrani di Sabuga pada malam hari tetap batal

{Posting ini telah diperbaiki]
Meski Walikota Bandung Ridwan Kamil turun tangan, ibadah teman-teman Nasrani di Sabuga pada malam hari tetap batal. Pak Walikota. warga ingin Anda tegas membuktikan bahwa kita masih bisa menjaga toleransi sebaik-baiknya toleransi.
Foto ini diperoleh dari teman di salah satu grup Whatsapp wartawan.
Menurut berbagai link berita yang kredibel dan teman-teman yang saya percayai, ibadah untuk orang dewasa yang sedianya dilakukan malam dibatalkan. Harus kita bilang: akal sehat dan nurani bijak kembali dikalahkan. Semoga Pak Ridwan Kamil dapat kembali menjamin keamanan dan kenyamanan ibadah seluruh umat beragama di Bandung.
Foto di bawah adalah ibadah siang untuk anak dan remaja. Ibadah ini berlangsung hingga pk 15.00 wib.

Memasak adalah sesuatu yang saya suka meski belum ahli

Memasak adalah sesuatu yang saya suka meski belum ahli. Sebetulnya, awalnya bukan karena betul-betul suka. Lebih karena kebutuhan, sehingga awalnya dipaksa untuk melakukan, hingga akhirnya jadi terbiasa dan perlahan menjadi suka. Namun dalam hati ada perasaan belum pede, karena masakan saya masih tergolong standar. Belum pede jika membagi-bagi masakan hasil tangan sendiri. Hingga tibalah saatnya saya punya kesempatan untuk belajar memasak di rumbel memasak IIP Banten. Fasilitatornya adalah teman saya sendiri, ibu Vina Marati dan Bu Wedaraningtyas N Syamsunarno (moga Allah memberkahi kalian ya Bu guru :) ). Sungguh senang punya kesempatan belajar memasak bareng-bareng seperti ini. Rame, heboh, dan terasa sekali dalam menambah skill memasak saya. Keluarga pun insya Allah dapat manfaat dari rumbel memasak yang saya ikuti ini.
Selain hal yang saya sebutkan di atas, rumbel memasak ini lebih istimewa bagi saya. Karena, anak perempuan saya, saya libatkan pula dalam proses belajar memasak ini. Bagi saya, biarlah ia melihat ibunya belajar memasak. Biarlah ia melihat serunya kami belajar memasak. Biarlah ia merasakan juga asyiknya mengolah bahan masakan. Dan ya, saya gembira melihat ia belepotan tepung mengolah adonan roti canai yang kami buat kemarin sore. Ia mengambil segenggam demi segenggam adonan roti canai, memberinya tepung, menipis-nipiskannya, mengoleskan mentega dan terakhir menggulungnya sesuai selera.
Bagi saya perempuan mesti bisa memasak. Karena kelak saat berkeluarga, ilmu dapur menjadi sangat krusial. Ia menyangkut banyak sekali aspek keluarga; kesehatan, keuangan, bahkan keharmonisan dst. Meski bukan berarti harus menjadi sangat ahli sehingga masakan bisa seperti ala restoran, tapi minimal untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sendiri tidak terlalu tergantung pada orang lain. Misal, kita membiarkan anak perempuan tidak bisa memasak, apakah yakin anak kita punya pembantu? Bagaimana jika tidak punya entah karena pembantunya yang tidak ada, atau keuangan yang belum memadai. Lalu jika anak perempuan kita sangat tergantung pada kita sebagai orang tuanya, Apakah baik jika kita mengatasi masalah makanan keluarga anak kita terus-menerus? Tidak mungkin kan ya.. Maka poin saya adalah melatih kemandirian setahap demi setahap saat masih dalam bimbingan kita, sebelum waktunya tiba kewajiban itu datang saat ia berumah tangga, termasuk dalam hal memasak.
Saat perjalanan pulang, Qifa mengajak saya praktik lagi membuat roti canai. “Ummi kita bikin lagi roti canai yu. Kita harus beli alat untuk nipisinnya” Bahagia mendengarnya begitu antusias. Kami jadikan proses belajar kami di rumbel memasak kemarin menjadi projek keluarga, khususnya untuk saya dan Qifa. Saya belum ahli dalam memasak, tetapi saya akan berusaha menjadikannya menarik bagi Qifa. Ini bekal untuknya. Bekal menjadi ibu profesional. Baarakallah Qifa..uhibbuki.
#IIPBanten
#SaqifaHomeTeam
#FamilyProject

Bagi Anda yang suka belajar soal komunitas mungkin ini perlu dipertimbangkan Komunitas Perahu Pustaka di kampung Pambussuang Polewali Mandar

Bagi Anda yang suka belajar soal komunitas, mungkin ini perlu dipertimbangkan: Komunitas Perahu Pustaka, di kampung Pambussuang, Polewali Mandar.
.
.
Salah satu pentolan komunitas itu adalah Ridwan Alimuddin alias Iwan Mandar. Dia dan kawan-kawannya berhasil mendirikan perpustakaan di kampung dan punya dua armada perahu pustaka. Tentu saja tidak mudah mendirikan dan mengelola lembaga seperti ini. Saking tidak mudahnya, Iwan memutuskan keluar dari pekerjaannya sebagai wartawan dan memilih menjadi relawan penuh waktu di komunitasnya.
.
.
Dari mana dia dapat uang untuk menghidupi keluarganya? Ada dua jawaban. Tergantung maqam Anda. Pertama, dia mendapatkan uang dari menulis dan menerbitkan buku. Perhatiannya pada dunia maritim dan pergulatannya di isu itu, setidaknya telah menghasilkan beberapa buku. Eit, bukan itu saja. Dari situlah dia sering terlibat dalam berbagai proyek penelitian yang tentu saja mendatangkan uang. Sebagian uang itu untuk keluarganya, sebagian lagi untuk komunitasnya. Jawaban yang lain, kalau hidupmu kamu pakai untuk memikirkan orang, masak sih Tuhan lepas tangan begitu saja? Nah silakan pilih mana jawaban yang cocok buat Anda.
.
.
Komunitas ini menarik karena selain mengurus dunia literasi, juga karena memiliki perhatian pada nelayan dan laut. Laut tidak dilepaskan dari konteks manusia. Tidak seperti kebanyakan orang yang ingin melihat ikan-ikan banyak, pantai bersih, saking bersihnya, kehidupan manusia pun ingin dibersihkan dari pemandangan indah itu.
.
.
Selain itu, komunitas ini selalu sanggup menggalang solidaritas dari berbagai pihak. Termasuk menjadi magnet bagi para anak muda dengan berbagai ketrampilan untuk ikut berkontribusi. Iwan dkk dikenal ketat menjaga amanah. Termasuk jika Anda mendonasikan baik buku maupun uang. Bahkan salah satu acara reguler mereka 'sepekan pustaka rakyat' yang diinisiasi oleh salah satu senior mereka, dipertahankan sebagai kegiatan yang tidak diperbolehkan menerima sumbangan dari pihak luar. Itu semua dilakukan untuk terus menguji soliditas komunitas mereka.
.
.
Tahun depan, Iwan akan keliling Indonesia dengan perahu pustakanya. Mantap.

Euforia PPSMB UGM 2015 menyisakan banyak CERITA DAN FAKTA

Euforia PPSMB UGM 2015 menyisakan banyak CERITA DAN FAKTA :
1. PPSMB UGM diperjuangkan dan diupayakan sedemikian rupa untuk mengubah budaya orientasi kampus yang selama ini selalu identik dengan PERPLONCOAN DAN KEKERASAN. Ini sebagai bentuk kampanye bahwa kegiatan orientasi kampus/sekolah seharusnya dilaksanakan dengan CERDAS, INSPIRATIF, DAN BERBUDAYA... jauh dari KEKERASAN (FISIK, VERBAL, MENTAL)... dan mengedepankan nilai-nilai dan jatidiri bangsa.
2. Perencanaan dan pelaksanaan PPSMB UGM dilaksanakan oleh Direktorat Kemahasiswaan melalui panitia yang terintegrasi baik di tingkat universitas maupun fakultas..melibatkan seluruh unsur sivitas akademika dan alumni, termasuk unsur pimpinan, dengan MAHASISWA sebagai motor utama kegiatan.
3. PPSMB ini telah dirancang sedemikian rupa (tim task force perumus materi (dosen pembina) dan bersinergi dengan mahasiswa) sehingga materi2 yang diberikan termasuk atribut dan penugasan dapat diakses oleh umum sejak tanggal 15 Juli 2015 (+- 1 bulan sebelum pelaksanaan PPSMB) melalui laman resmi ppsmb ugm http://ppsmb.ugm.ac.id
4. UGM tidak mengizinkan dan MELARANG penugasan atau atribut-atribut yang rentan perploncoan, termasuk kegiatan-kegiatan yang terindikasi rawan kekerasan. Seluruh mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini menandatangani SURAT PERNYATAAN untuk mengikuti misi ini.
5. Pelaksanaan PPSMB dipantau 24 jam oleh tim panitia didukung tim pemantau independen yang terdiri dari dosen, tendik, mahasiswa, dan alumni.. sebagai unit cepat tanggap terhadap kemungkinan terjadinya ketidaksesuaian.
6. Segala ketidaksesuain dapat dilaporkan oleh mahasiswa baru maupun masyarakat umum melalui laman resmi ppsmb.
PPSMB UGM masih jauh dari sempurna.. namun semangat dan perjuangan ini memiliki niyat tulus dan ikhlas untuk mengubah budaya orientasi kampus ke koridor yang semestinya... Kegiatan ini sebagai usaha kecil untuk mencetak generasi bangsa yang nantinya TIDAK SENANG MEMBUAT ORANG SUSAH... Ke depan ketangguhan, jati diri dan kepribadian, survival, serta aksi nyata siap menanti mereka dalam proses berikutnya...
KAMI BUTUH TEMAN BERJUANG...KAMI INGIN DAN SIAP BERSINERGI...
NB : Mohon dapat dikampanyekan demi Indonesia yang lebih bermartabat...

ngobrol bentar dgn babang gojek sameday sambil si babang ngrapiin tas bawaannya

ngobrol bentar dgn babang gojek sameday sambil si babang ngrapiin tas bawaannya .
masih banyak kirimanya pak ?
Alhamdulillah ini terakhir mb
lah ini masih banyak pak
(saya nunjuk tisu2 besar , sembako , baju2 yg dilipat rapi , dll )
oh... ini saya skalian mau pulang kampung mb
pulang kampung pak ? kemana pak ?
pandeglang mb , saya cari rejeki di jkt , jadi gojek , setiap 2 minggu sekali pulang nemuin anak istri dan orang tua ... alhamdulillah #si bapak cerita sambil ngelap keringet di dekat telinganya
gitu ya pak ... hati2 dijalan ya pak , ini ongkos saya .
kan tadi udah bayar mb di tempat penjemputan barang
gpp pak , buat tambahan beli bensin ya pak
alhamdulillah , makasih ya mb .
#saya nutup pintu sambil mikir ... ya Allah , saya orang yg beruntung ... bisa bertemu dgn suami setiap hari meski seringnya pulang tengah malam ... gpp ... gpp .
semoga lelahmu menjadi lillah wahai para pejuang keluarga .... #suami .

yayasanbrokersedekah Bandung teraenyum bersama Alhamdulillah Yayasan Broker Sedekah memiliki kegiatan baru di tahun ini yaitu pembagian beras kepada dhuafa dan janda disetiap jum at 5 kg beras premium kegiatan ini dilakukan rutin di beberpa kota

#yayasanbrokersedekah
#Bandung
#teraenyum bersama
Alhamdulillah Yayasan Broker Sedekah memiliki kegiatan baru di tahun ini yaitu pembagian beras kepada dhuafa dan janda disetiap jum'at (@ 5 kg beras premium) , kegiatan ini dilakukan rutin di beberpa kota . Kegiatan ini hadir dan menambah kegiatan-kegiatan sosial lainnya.
Dan untuk wilayah bandung , terima kasih kepada teman-teman dari tersenyum bersama yang telah bersedia.meluangkan waktunya untuk.menyalurkan titipam ini
Berikut adalah beberpa dhuafa yang telah menerima titipan para donatur, untuk identitas (nama ,umur , status serta aktivitas.keseharian mereka trlah kami laporkan kepada pengurus , berharap agar titipan ini sampai ke tangan yang tepat .
Semoga kegiatan ini Allah ridhoi , Allah lancarkan dan Allah istiqomahkan kita semua didalam kebaikan . Aamiin

Alhamdulillah Setelah semalam jamaah kloter pertama landing madinah saat ini tim bersiap menjemput bus kedua yang membawa jamah umroh kloter dua

Alhamdulillah . Setelah semalam jamaah kloter pertama landing madinah , saat ini tim bersiap menjemput bus kedua yang membawa jamah umroh kloter dua.
Semoga Tim JS Tour Allah mudahkan kerjanya serta atas izin Allah ,malaikat mencatatnya sebagai ibadah dan jamaah yang sedang melakukan ibadah umroh (dari travel manapun dan belahan dunia manapun) Allah ridhoi niatnya , Allah sehatkan fisiknya ,Allah mudahkan dan mampukan menyelesaikan ibadah umroh , Allah terima ibadahnya dan dapat menjadi alasan agar Allah ridho kelak mereka di masukkan ke dalam syurga . Aamiin Allahumma aamiin
...........
Masih tersedia seat untuk paket
- UMROH awal Ramadhan 2018 (26 juta)
- UMROH Akhir Ramadhan dan lebaran 2018 di Mekkah
- UMROH Oktober - November 2018
- UMROH + MESIR (24 juta)
- UMROH + TURKI Des - Jan (28 Juta)
- UMROH + EROPA feb 2019 (35 juta)
- UMROH + Malaysia + Mesir + Turki (3 Benua) MARET 2019 (29,9 juta)
- UMROH + AQSO , April 2018 (28 juta)
Harga berangkat dari Makassar , jika dari jakarta insya Allah lbh murah
Wa 085342011987 (Tya)

Miris entah mo ngomong apa seorang murid bela diri meninggal setelah atraksi dilindas mobil

Miris, entah mo ngomong apa, seorang murid bela diri meninggal setelah atraksi dilindas mobil...
Seumur² ikut silat (Tapak Suci) sampai sabuk kuning dengan melatinya (pelatih), dengan jenjang putih kecil, besar, biru dst.
Belum pernah ada atraksi begituan, paling ekstrim berenang melewati sungai dalam dengan arus kencang, berlari belasan kilo di siang bolong di jalanan penuh krikil tanpa alas kaki, jalan sendirian di tengah hutan tengah malam dan fighting tentunya untuk kenaikan sabuk.
Semoga orang Indonesia semakin waras, beladiri itu untuk kesehatan bukan sok jago, cari sensasi apalagi cari ilmu hitam, lah wong Rasulullah saja pernah berdarah-darah, jatuh sakit karena diracun dan disihir.
Tuk para orangtua, hati-hati menyekolahkan anaknya, jika guru-gurunya saja terindikasi "kurang akal". Berbahaya...
Semoga Allah menguatkan keluarga korban.
-----
Video sengaja tdk sy share, ga tega sayanya.

Al Hafizh Ibnu Rajab al Hanbali salah seorang murid Ibnu Taimiyah juga berkata dalam kitabnya Lathaif al Ma arif sebagai berikut

Al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali, salah seorang murid Ibnu Taimiyah, juga berkata dalam kitabnya Lathaif al-Ma’arif sebagai berikut:
وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ كَانَ التَّابِعُوْنَ مِنْ أَهْلِ الشَّامِ يُعَظِّمُوْنَهَا وَيَجْتَهِدُوْنَ فِيْهَا فِي الْعِبَادَةِ، وَكَانَ خَالِدُ بْنِ مَعْدَانَ وَلُقْمَانُ بْنِ عَامِرٍ وَغَيْرُهُمَا مِنْ تَابِعِي الشَّامِ يَقُوْمُوْنَ فِي الْمَسْجِدِ لَيْلَةَ النِّصْفِ، وَوَافَقَهُمُ اْلإِمَامُ إِسْحَاقُ ابْنُ رَاَهَوْيه عَلىَ ذَلِكَ، وَقَالَ فِيْ قِيَامِهَا فِي الْمَسَاجِدِ جَمَاعَةً : لَيْسَ ذَلِكَ بِبِدْعَةٍ . انتهى باختصار وتصرف .
“Malam Nishfu Sya’ban, kaum Tabi’in dari penduduk Syam mengagungkannya dan bersungguh-sungguh menunaikan ibadah pada malam tersebut. Khalid bin Ma’dan, Luqman bin Amir dan lain-lain dari kalangan tabi’in Syam mendirikan shalat di dalam Masjid pada malam Nishfu Sya’ban. Perbuatan mereka disetujui oleh al-Imam Ishaq Ibnu Rahawaih. Ibnu Rahawaih berkata mengenai shalat sunnah pada malam Nishfu Sya’ban di Masjid-masjid secara berjamaah: “Hal tersebut tidak termasuk bid’ah.” (al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali, Lathaif al-Ma’arif [h. 263] dengan disederhanakan).

Ini adalah cerita dari seorang sahabat ketika di pesantren dulu

Ini adalah cerita dari seorang sahabat ketika di pesantren dulu. Al-Kisah ada salah seorang penganut Wahabi bertamu kepada salah seorang kiai yang bertujuan ingin mempermasalahkan amalan warga nahdiyyin tentang menggerakan kepala saat membaca kalimat thayyibah (laa ilaa ha illallah)Si Wahabi berargumen bahwa amalan tersebut tidak diajarkan oleh Nabi saw.
Singkat cerita, kiai menyuguhkan secangkir kopi tanpa diaduk untuk tamu Wahabi tersebut.
“Monggo diunjuk (diminum),” kiai mempersilakan.
Jawab Wahabi, “Na’am Ustadz.”
Saat Wahabi menyeruput kopi, tiba-tiba ia berhenti. Ia berkata, “Afwan Ustadz, kok rasa kopinya pahit ya!”
“Oh ia tadi saya sengaja tidak mengaduknya,” jawab Kiai.
Tanya wahabi, “Loh kenapa Ustadz?”
“Ya itu jawaban untuk sampean yang mempermasalahkan membaca kalimat thayyibah (laa ilaaha illallah) dengan menggerakan kepala, sama dengan kopi tadi, jika tidak diaduk ya rasanya pahit,” kata kiai sambil tersenyum.
Tamu Wahabi diam dan tidak lama langsung pamit pulang. (Ahmad Rosyidi)